Skip to main content

Informasi

Pelatihan Jurnalistik dalam Mempertahankan Karakter Santri di dalam dunia literasi

Minggu, 05 November 2017 - 16:00 WIB
Diposting oleh: Admin Insud

Pelatihan Jurnalistik- pembukaan kegiatan Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan oleh BEM(Badan Eksekutif Mahasiswa) Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) yang di panitiai oleh perwakilan pengurus setiap Himaprodi bidang Infokom dan bertempat di Lab INSUD. Kegiatan ini telah berlangsung selama 2 hari (02-03 November 2017) dengan mengangkat tema “Menjadi mahasiswa yang memiliki intelektual di dunia literasi untuk tetap eksis mempertahankan karakter santri” bersama Narasumber Kang Musthofinal Akhyar dan Nastain Achmad. dalam kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya literasi mahasiswa INSUD yang berada di wilayah pesantren yang output nya nanti para peserta jurnalistik bisa menghidupkan kembali LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Aksi. Lamongan (02-03/11/2017).

Wakil Rektor III Institut Pesantren Sunan Drajat (Warek III INSUD), dalam membuka acara juga menyampaikan sangat mengapresiasi atas terlaksananya Pelatihan Jurnalistik.

 “Alhamdulillah mahasiswa INSUD sudah kembali bangun yang telah lama tertidur untuk membuat karya-karya dalam bentuk tulisan” Bapak Sutopo (selaku Wakil Rektor III).

“orang yang sukses adalah orang yang mampu membaca peluang dan memanfaatkan peluang sekecil apapun dan ciri orang yang tidak sukses adalah orang yang selalu berfikir negatif serta menyalahkan situasi dan kondisi” imbuh Bapak Sutopo

(Kamis/02-11/2017) kegiatan pelatihan jurnalistik telah dibuka dan dilanjut oleh pemateri yang menjelaskan tentang apa itu LPM. Para peserta jurnalistik dituntut untuk mampu membuat dan mengaktifkan media online yang ada dan membuat karya tulis minimal 2 hari 1 kali sebagai pemula dan diakses melalui media sosial yang ada. Karena pada zaman sekarang ini, kita sebagai seorang jurnalis harus bisa memanfaatkan dengan baik dalam penggunaan media.

Pelatihan ini sangat memotivasi dan membangkitkan kembali semangat saya untuk berkiprah dalam dunia literasi” ujar Dendik(peserta).

 “ 1000 banyak tulisan yang kita dapat maka 1001 itulah letak keberhasilan tulisan kita, terus belajar dan berkarya untuk dikenali oleh dunia karena dengan menulis maka aku ada”. Demikian pesan dari kedua Narasumber.

 (Jum`at/03/11/2017) para peserta jurnalis mendapatkan tugas wawancara dan membuat rubrik-rubrik untuk pembuatan mini majalah Aksi setiap kelompok kemudian mempresentasikannya di depan. Tepat pada pukul 16.55 wib kegiatan tersebut berakhir dan ditutup dengan doa kafarotul majlis serta pembagian hadiah kepada kelompok terbaik dan peserta terbaik(Atik Nihayatuzen_Mpi) serta kepada 2 Narasumber sekaligus foto bersama.

Semoga bermanfaat!