Skip to main content

Informasi

WISUDA VI INSUD 2017

Rabu, 29 November 2017 - 14:56 WIB
Diposting oleh: Admin Insud

Institut Pesantren Sunan Drajat meluluskan 211 Sarjana Strata 1 pada wisuda ke VI (26/11/2017). Lulusan berasal dari program studi Pendidikan Bahasa Arab (111 Sarjana Pendidikan), Ekonomi Syari`ah (87 Sarjana Ekonomi) dan Ahwal Al-Syakhsiyah (13 Sarjana Hukum). Di antara 111 Sarjana dari prodi PBA merupakan lulusan Ma`had Aly dan program peningkatan kualifikasi akademik guru Madrasah Diniyah angkatan pertama. Semua lulusan mengemban amanah untuk turut aktif dalam pembangunan masyarakat

Dalam kesempatan ini empat wisudawan/wisudawati terbaik prodi mendapatkan penghargaan dan beasiswa tabungan. Mereka ialah Rohmatun Jamilah, S.Pd. dari prodi PBA (IPK: 3,72), Romi Fatimah, S.Pd. dari program Ma`had Aly (IPK: 3,66), Erwinda, S.E., dari prodi ES (IPK: 3,65) dan Muhammad Mutkhur Roziqin, S.H. dari prodi AS (IPK: 3,66). Beasiswa tabungan diberikan oleh BNI Paciran dengan jumlah masing-masing Rp. 300.000.

Acara wisuda dipimpin langsung oleh H. Ahmad Iwan Zunaih Lc. MM. M.Pd.I, rektor INSUD dan dihadiri oleh wali wisudawan/wisudawati, serta seluruh civitas akademik INSUD. Turut hadir memberikan sambutan, Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur, ketua Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan; Nuril Huda, M.Pd, sekretaris Kopertais IV Surabaya; dan Kartika Hidayati, Wakil Bupati Lamongan. Gati Wibaningsih, Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementrian Perindustrian Republik Indonesia juga hadir menyampaikan orasi ilmiah Menteri Perindustrian.

Dalam orasi tersebut, kementrian perindustrian mengajak mahasantri untuk meningkatkan jumlah wirausaha industri baru dan berkontribusi mengembangkan pemberdayaan ekonomi berbasis pondok pesantren. Sinergi yang baik perlu terus dibangun, antara pemerintah dan pondok pesantren. Sebab, pondok pesantren memiliki peran sangat penting dan strategis sebagai `agent of development` dalam mengembangkan sumber daya masyarakat.

Kebutuhan sumber daya manusia berkualitas yang mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan perlu disadari oleh generasi muda, termasuk para sarjana baru. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang nyata di dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Menghadapi permasalahan tersebut, Siti Nurul Aimah, S.Pd., perwakilan wisudawan/wisudawati mengajak seluruh wisudawan/wisudawati membuktikan bahwa sarjana INSUD bukan sarjana di atas kertas, melainkan sarjana yang santri, santri yang sarjana, siap mengabdi untuk agama dan bangsa.

"Wisuda ini bukan akhir, ini adalah awal perjuangan kita untuk agama dan negara," tegasnya.

Selamat berjuang sarjana INSUD. Semoga sukses dan mampu memberi manfaat. (Vy)