Skip to main content

Informasi

Sambutan Rektor Pada Wisuda Sarjana ke-VI

Rabu, 29 November 2017 - 15:04 WIB
Diposting oleh: Admin Insud

Peran Sarjana Menyongsong Industrialisasi

Assalamu`alaikum Wr. Wb.

-       Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat Prof Dr. KH. Abdul Ghofur

-       Bapak Menteri Perindustrian RI,dalam kesempatan ini diwakili oleh Dirjen Industri Kecil menengah, Ibu Gati Wibawaningsih

-       Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Syaifullah Yusuf / Gus Ipul

-       Para Undangan dari unsur Pimpinan Pondok Pesantren serta Pimpinan Lembaga atau Institusi Mitra

-       Para Wakil Rektor, Para Dekan dan Kaprodi serta para Dosen dan seluruh Staf Administrasi,

-       Wali Wisudawan dan Wisudawati

-       Dan para wisudawan wisudawati

Di hari yang berbahagia ini, mari kita ucapkan syukur kepada Allah SWT., Tuhan Yang Maha Esa, atas segala nikmat dan karunia-Nya. Kalau bukan karena nikmat dan izin-Nya, kita tidak akan berkumpul bahagia dan gembira di tempat ini dalam rangka Wisuda Lulusan Sarjana (S1) Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan yang kita banggakan.

Ibu Dirjen dan Bapak Wakil Gubernur yang kami hormati

Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan adalah institusi perguruan tinggi yang berada dibawah Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat. Sesuai dengan visi dan misinya, Institut Pesantren Sunan Drajat adalah lembaga perguruan tinggi yang berbasis pesantren yang ingin mencetak bukan hanya calon intelektual yang santri tapi lebih jauh daripada itu, yaitu intelektual yang santri dan berjiwa mandiri yang mampu menjawab tantangan zaman.

Saat ini, INSUD merupakan salah satu perguruan tinggi yang berbasis pesantren yang telah mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak, khususnya Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama RI sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam swasta yang memiliki tingkat perkembangan yang cukup baik. Dalam usianya yang ke 9, mulai dari 2 program studi yang dimiliki saat ini telah bertambah menjadi 7 prodi dengan total mahasiswa sekitar 1500 orang serta mendapatkan berbagai prestasi yang disandang oleh para dosennya maupun para mahasiswa dari tingkat lokal sampai pada tingkat nasional.

Hadirin Sekalin yang kami hormati  

Pada hari ini, seluruh civitas akademika INSUD, tentu merasa bersyukur dan bangga, dalam wisuda sarjana Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan yang ke VI ini,  INSUD kembali meluluskan 211 mahasiswanya yang berasal dari prodi Pendidikan Bahasa ArabAhwal Asy-Syahsyah dan Program Peningkatan Kualifikasi Akademik Guru Madrasah Diniyah (angkatan pertama).

Dalam tradisi kampus, acara pelulusan atau wisuda seperti ini merupakan salah satu bentuk pertanggung jawaban institusi kepada orang tua dan wali serta instansi yang ikut berkontribusi dalam proses pembelajaran mahasiswa selama berada di lingkungan kampus bahwa mereka kini sudah siap dilepas untuk pengabdian selanjutnya.

Selain itu, acara wisuda juga merupakan pertanggung jawaban kami kepada negara. Maka pada kesempatan ini, kami dan seluruh civitas akademika INSUD mengucapkan “Selamat” kepada para wisudawan-wisudawati khususnya, dan orang tua/wali serta orang tua asuh pada umumnya, semoga bekal ilmu pengetahuan, mental dan akhlakul karimah yang mereka tempa selama di INSUD dapat bermanfaat, tidak saja untuk mereka dan keluarga tetapi juga untuk kemajuan masyarakat, bangsa dan Negara, Khoirun Naasi anfa`uhum Lin Naas.

Para Wisudawandan Hadirin yang berbahagia

Mahasiswa, apalagi sudah menyandang gelar sarjana, kerap “dicap” sebagai kelas “elite” intelektual yang sarat dengan teori-teori ilmu pengetahuan. Memang, dengan kapasitasnya yang cerdik, pandai dan intelektual, seorang sarjana memiliki tanggung jawab moral untuk memajukan masyarakat  dimana mereka berada, bukan justru lari dari tanggung jawab, karena tidak siap bekal ilmu pengetahuan dan mental. Maka dari itu, bersiaplah untuk terjun ke tengah-tengah masyarakat sehingga keberadaaan kalian sebagai sarjana benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sarjana adalah salah satu elemen masyarakat yang memiliki semangat, ide dan gagasan progresif, selain jejaring relasi, baik relasi politik, ekonomi maupun bisnis. Maka pada saatnya kalangan sarjana/pemuda bisa memberikan kontribusinya untuk menggerakkan dan  mengarahkan masyarakat, utamanya di pedesaan dalam memenuhi kesempatan-kesempatan kerja produktif yang bernilai positif.

Pada saat masyarakat di pedesaan mengalami keterbatasan pengetahuan dan pengalaman untuk mengatasi suatu persoalan, maka saat itulah seorang sarjana berkewajiban untuk memberikan solusi membantu mereka secara arif dan bijaksana.

Para Wisudawan, Mahasiswa dan Hadirin yang berbahagia

Zaman refomasi telah membuka peluang dan banyak kesempatan kepada generasi muda, termasuk para sarjana untuk berkiprah memberikan kontribusinya kepada bangsa dan negara.

Era tersebut memberi kesempatan kepada setiap warga negara, baik yang kaya maupun miskin, yang berkulit putih maupun yang berkulit coklat untuk berkarya. Siapapun bisa ikut serta dalam proses pembuatan dan pengambilan  keputusan negara baik melalui jalur legislatif, ekskutif, dll.. Maka mamfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya.

Sebagai sarjana, kalian bisa berkarya untuk pembangunan bangsa lewat jalur apa saja yang kalian miliki. Pertanyaannya kemudian, dengan alat apa kalian dapat membangun dan mengembangkan masyarakat, utamanya masyarakat pedesaan? Salah satu jawabnya adalah dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dilandasi dengan keimanan. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan Allah dalam Al-Qur`an “Yarfa`illahu ladzina aamanuu minkum wal ladziina uutul `ilma darajaat” (Al mujaadalah : 11)

Para Wisudawan, Mahasiswa dan Hadirin yang berbahagia

Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu faktor penting bagi kemajuan suatu bangsa. Dengan menguasai iptek, semakin terbuka jalan untuk mencapai kemajuan bangsa tersebut  melalui gerakan industrialisasi.

Konon, selama kurun waktu-abad pertengahan  atau kira-kira abad ke 15 M. Inggris merupakan negara pertanian. Masyarakatnya banyak tinggal di pedesaan atau kota kecil dengan mengandalkan kebutuhan hidupnya pada hasil pertanian. Hingga abad ke 16 dan 17 M, Inggris juga belum banyak mengalami perubahan. Baru pada abad ke 18 M. Inggris mulai bergeliat dengan adanya penemuan-penemuan baru di bidang teknologi dan digerakkannya industrialisasi

Menurut John L.Irwin dalam (Modern Britain : An Introduction - 1987) penemuan teknologi dan gerakan industrialisasi telah mampu membawa dampak yang sangat dramatik terhadap kemajuan masyarakat Inggris. Dari negara yang bertumpu pada pertanian, kemudian tumbuh berkembang menjadi negara yang bertumpu pada kekuatan mesin-mesin. Industrialiasasi digerakkan dalam rangka mengolah hasil pertanian.

Penggambaran situasi di Inggris tersebut, setidaknya akan memberikan bayangan kepada kita bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi suatu keniscayaan bagi kemajuan suatu bangsa. Namun, teknologi ibarat dua mata pisau. Dia akan mampu memberikan nilai positif apabila dipegang dan dikendalikan oleh orang yang memegang teguh pada nilai kebenaran, tapi sebaliknya akan bernilai negatif bahkan mengahancurkan apabila dipegang dan dikendalikan oleh orang orang tidak lagi peduli pada kebenaran, disinilah potensi yang dimiliki oleh mahasiswa dan sarjana INSUD yaitu, mahasiswa yang santri dan santri mahasiswa, intelektual yang beriman dan juga mandiri.

Para sarjana yang sebelumnya biasa berfikir dalam lingkup kampus yang terbatas, kini saatnya untuk membuka cakrawala berfikir yang lebih luas, progresif, dinamis serta responsif. Artinya, mampu menangkap peluang dan kesempatan yang ada di depan mata dengan cermat dengan semangat pantang putus asa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat yang kerap disebut sebagai  Pesantren “enterpreneur” bersama dengan institusi-institusi yang berada dibawahnya akan selalu berkomitmen untuk mengembangkan berbagai usaha bisnis dan industri menengah sebagai pembekalan bagi santri-santriwati di lingkungan Pondok Pesantren Sunan Drajat dan masyarakat sekitar pada umumnya.

Semangat berwirausaha menjadi bagian dari visi dan misi Pondok Pesantren Sunan Drajat sebagai bekal untuk kebaikan di dunia dan akhirat  sebagaimana dalam konsep Quráni “ Fiddunya Hasanah Wa Fil Akhirati Hasanah”. Konsep itulah yang sering diucapakan pengasuh Pondok, KH.Abdul Ghofur bahwa Pondok Pesantren Sunan Drajat akan menyiapkan santri yang pandai untuk urusan dunia dan akhirat.

Para Wisudawan, Mahasiswa dan Hadirin yang berbahagia

Pada kesempatan ini, saya sebagi Rektor ingin menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh civitas akademika INSUD, para Dosen-staf akademik dan staf non akademik yang telah bekerja keras tak kenal lelah melaksanakan tugas mendidik dan menyiapkan mahasiswa hingga berhasil mengakhiri masa studi mereka di INSUD. Semoga Allah SWT. memberi limpahan pahala kepada kita semuanya. Amin…

Dan yang paling akhir, ijinkan saya menyampaikan kepada para wisudawan dan wisudawati, satu pesan dari Amru Bin Al-Wardi kepada pemuda muslim :

اطلب العلم فلا تكسل فما * ابعد الخير علي اهل الكسل

ولا تقل قد ذهبت ايامه * كل من سار علي الدرب وصل

ولا تقل اصلي وفصلي ابدا * انما اصل الفتي ما قد حصل

Yang artinya :

 Tuntutlah ilmu dan jangan bermalas malas

Sungguh, amat jauh kesuksesan dari seorang pemalas

Dan jangan mengatakan : “ sudah terlambat “

Karna setiap yang berjalan dijalannya, pasti akan sampai tujuan

Jangan pernah mengatakan, “ inilah keluargaku dan kedudukanku “

Sungguh, kedudukan pemuda tercermin dalam karyanya.

Wassalamu `alaikum Wr. Wb.

Rektor