Edaran Pelaksanaan UAS Gasal 2018/2019

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Berdasarkan kalender pendidikan tahun Akademik 2018/2019 dan berdasarkan keputusan sidang pengelola tentang pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Gasal Tahun Akademik 2018/2019 maka ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan :

  1. Perkuliahan tanggal 15 – 26 Desember 2018 Diliburkan
  2. Perkuliahan tanggal 29 Desember 2018 s/d 16 Januari 2019 (Efektif Kembali)
  3. UAS dilaksanakan 2 (dua) gelombang mulai tanggal 19 s/d 30 Januari 2019 :
  • Fakultas Tarbiyah (PBA, MPI, MA) dilaksanakan pada tanggal 19 s/d 23 Januari 2019
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (ES), Fakultas Dakwah (KPI, BKI) dan Fakultas Syariah (HTN dan AS) tanggal 26 s/d 30 Januari 2019

Note : Selama pelaksanaan UAS peserta diharuskan :

  1. Membawa kartu peserta yang telah di tandatangani oleh panitia sebagai bukti pelunasan administrasi
  2. Memakai baju putih bawahan gelap/hitam, jas almamater dan bersepatu.
  3. Apabila ketentuan di atas tidak dipatuhi pengawas berhak mengeluarkan dari ruang UAS

Demikian Edaran ini kami buat, terima kasih
Wassalamu’alaikum Warohmatullohi wabarokatuh.

Wisuda VII INSUD 2018

Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan tahun ini meluluskan 344 Sarjana Strata 1 pada wisuda ke VII (25/11/2018). Wisuda tahun ini semakin membanggakan karena selain jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun, kali ini program studi Manajemen Pendidikan Islam serta Bimbingan Konseling Islam meluluskan angkatan pertamanya. Acara wisuda dipimpin langsung oleh Dr. H. Ahmad Iwan Zunaih Lc. MM. M.Pd.I, Rektor INSUD. Turut hadir memberikan sambutan, Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat dan Prof. Masdar Hilmy, Ph.D. Koordinator Kopertais Wilayah IV. Dalam kesempatan ini, Dr. Muhammad Thoha. M.Si, Kepala Diklat Keagamaan Jawa Timur juga hadir menyampaikan orasi ilmiah.

Dr. H. Ahmad Iwan Zunaih Lc. MM. M.Pd.I, mengucapkan selamat atas diraihnya gelar sarjana oleh para wisudawan/wisudawati. Selanjutnya, beliau mengajak para sarjana untuk meneladani sifat Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Terutama dalam hal menjaga kejujuran, mampu bertanggung jawab dalam menjalankan amanah serta memiliki jiwa sosial yang tinggi. Sarjana INSUD diharapkan terus menjaga akhlaq yang baik dan meningkatkan kinerjanya dengan kreatifitas dan inovasi.

Senada dengan yang disampaikan oleh Rektor INSUD, Prof. Masdar Hilmy, Ph.D., yang juga Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya menyampaikan bahwa proses wisuda ini hendaknya menjadi awal untuk melangkah dalam tahap pengembangan diri selanjutnya. Untuk meraih kesuksesan wisudawan-wisudawati harus tangguh, mampu bekerja keras dan tidak mudah menyerah. Prof. Masdar Hilmy, Ph.D. turut bangga dengan perkembangan INSUD dan mendukung upaya yang dilakukan oleh sivitas akademik INSUD untuk beralih status menjadi Universitas.

Demikian juga dengan Dr. Muhammad Thoha. M.Si, dalam orasi ilmiahnya sangat berharap agar pendidikan di pesantren semakin maju. Lulusannya mampu memberikan pengabdiannya untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menebar dakwah Islam secara damai. Dr. Muhammad Thoha. M.Si mengajak para wisudawan/wisudawati meneladani sekaligus melanjutkan ajaran dan cara dakwah Walisongo di bumi pertiwi. Ibarat pepatah Jawa, “keno iwake, nanging ora buthek banyune”, Walisongo berhasil meningkatkan keyakinan masyarakat terhadap agama Islam dengan kelembutan dan kedamaian tanpa pertumpahan dari dan peperangan. Wisudawan/wisudawati INSUD diharapkan bisa memberikan pencerahan dan menebar kedamaian di negeri ini.

Jumlah wisudawan/wisudawati tahun ini berasal dari prodi Manajemen Pendidikan Islam; 42 Sarjana Pendidikan, prodi Bimbingan Konseling Islam; 29 Sarjana Sosial, prodi Pendidikan Bahasa Arab; 64 Sarjana Pendidikan, Ekonomi  Syari’ah; 111 Sarjana Ekonomi, Ahwal Al-Syakhsiyah; 39 Sarjana Hukum, Ma’had Aly; 27 Sarjana Pendidikan, serta prodi Peningkatan Kualifikasi Akademik Madrasah Diniyah yang bekerja sama dengan pemerintah Propinsi Jawa Timur sebanyak 32 Sarjana Pendidikan.

Wisudawan terbaik diraih oleh Istiqomah SH., dengan nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi, 3,91 dari prodi Ahwal Al-Syakhsiyah. Berikutnya, wisudawan terbaik dari prodi Ma’had Aly diraih oleh Haris Aghilil Anwar S.Pd.(IPK: 3,80), dari prodi Manajemen Pendidikan Islam: Tri Endang Nuamiroh, S.Pd., (IPK: 3,76), dari prodi Pendidikan Bahasa Arab: Nihayatul Ilfiah S.Pd. (IPK: 3,72), dari prodi Ekonomi Syariah: Awana Nafirin, SE. (IPK: 3,70), prodi Bimbingan Konseling Islam; Tsuroyyah Hamidah, S.Sos (IPK: 3,67).

Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan mendoakan seluruh wisudawan/wisudawati agar dapat meraih sukses di dunia dan di akhirat dengan bekal ilmu yang sudah dipelajari di INSUD dan di Pondok Pesantren Sunan Drajat. Beliau berterima kasih atas kepercayaan wali mahasantri terhadap Pondok Pesantren Sunan Drajat untuk menjadi tempat belajar bagi putra-putrinya, sekaligus meminta maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan dan dirasa belum sempurna. Semoga ke depan bisa lebih baik.

Selamat buat wisudawan/wisudawati INSUD 2018, selamat melanjutkan perjalanan meraih cita-cita. Semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat. Amin. (Pusvyta)

Yudisium VII

“Pesan Dekan Fakultas INSUD Lamongan Untuk Lulusan 2018”

Menjadi sarjana bisa jadi suatu yang membanggakan bagi mahasiswa setelah melewati berbagai cobaan dan ujian semasa kuliah. Namun ini bukanlah akhir dari perjalanan. Ini justru menjadi mula perjalanan panjang yang akan ditempuh para lulusan untuk meniti karier dan mengabdi kepada masyarakat. Setelah meraih gelar sarjana, para sarjana perlu terus meningkatkan kualitas kerja, rasa percaya diri, keberanian dalam membuat keputusan, keterampilan dalam bekerja sama dan ketangguhan dalam menghadapi permasalahan. Demikian disampaikan oleh Nur Halim, S.Pd.I, M.Pd.I., selaku Dekan Tarbiyah Institut  Pesantren Sunan Drajat Lamongan dalam acara Yudisium VII Institut Pesantren Sunan Drajat tahun di Aula Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan (22/11/2018).

Nur Halim, S.Pd.I, M.Pd.I menjelaskan bahwa kualitas kerja tidak bisa dicapai dengan upaya biasa saja. Para lulusan perlu terus bekerja keras dan tidak mudah putus asa untuk melakukan yang terbaik. Selain itu, rasa percaya diri juga harus dibangun agar dapat bersaing di dunia kerja. Lulusan INSUD juga diharapkan berani mengambil keputusan dengan tepat dan bijak. Sikap ragu-ragu dan takut harus disingkirkan, karena itu bisa membuat seseorang tidak mampu mengambil kesempatan-kesempatan yang dapat mengantarnya menjadi pribadi yang sukses.

Para lulusan telah dibekali dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan minat dan program studi masing-masing. Ia harus mampu bekerja dengan baik secara mandiri maupun kelompok. Untuk itu para lulusan perlu terus meningkatkan keterampilan dalam bekerja sama, terus berupaya menjalin komunikasi dengan baik dan membangun jaringan kerja. Ia juga harus punya rasa humor yang mampu mencerahkan pikiran agar tidak mudah suntuk atau menyerah ketika menghadapi segala permasalahan. Dengan begitu, ia bisa menjadi pribadi yang tangguh dan siap menemukan jalan keluar dari permasalahan.

Selamat kepada 344 lulusan INSUD 2018 Jumlah lulusan ini berasal dari prodi Manajemen Pendidikan Islam; 42 Sarjana Pendidikan, prodi Bimbingan Konseling Islam; 29 Sarjana Sosial, prodi Pendidikan Bahasa Arab; 64 Sarjana Pendidikan, Ekonomi  Syari’ah; 111 Sarjana Ekonomi, Ahwal Al-Syakhsiyah; 39 Sarjana Hukum, Ma’had Aly; 27 Sarjana Pendidikan, serta prodi Peningkatan Kualifikasi Akademik Madrasah Diniyah yang bekerja sama dengan pemerintah Propinsi Jawa Timur sebanyak 32 Sarjana Pendidikan.(Pusvyta)