• Home
  • /
  • CURAHAN SANG BURUH MERAKYAT

CURAHAN SANG BURUH MERAKYAT

Pertanyaan awal kenapa penulis memilih judul “Curahan Sang Buruh Merakyat”..??

“Indonesia Pada saat ini mungkin sedang krisis ekonomi, pemerintah banyak membuka lapangan pekerjaan tetapi juga banyak menutup pekerjaan tersebut dalam artian banyak pabrik yang mem-PHK Buruhnya dengan senangnya sendiri, kita perlu menyadari bahwa Indonesia tanpa adanya Buruh roda kehidupan Ekonomi tidak akan berjalan, GAWAT BUKAN…??

Hari Buruh yang jatuh pada tanggal 1 Mei menjadi hari sakral bagi buruh kita khususnya di INDONESIA, tapi apakah mereka tetap senang dengan adanya hari buruh itu?? Belum Tentu Juga…!!  mungkin mereka akan lebih senang apabila gaji mereka naik di hari buruh ini, UPAH yang dijanjikan, UPAH yang di idamkan demi menghidupi Anak Istri ataupun keluarga mereka.

Buruh pada zaman PENJAJAHAN bekerja mati-matian dengan paksaan sampai mengikhlaskan nyawa mereka demi pembangunan yang ada di INDONESIA tanpa adanya UPAH sepeserpun, hanya ada sesuap nasi itupun juga jarang, tetapi sekarang setelah INDONESIA MERDEKA para buruh bekerja dengan sesuka hati tanpa adanya paksaan dan sudah di kasih upah yang sepadan, tapi masih ada satu hal yang harus kita pikir dengan hati nurani yang dalam. BURUH pada zaman dahulu dan zaman sekarang mereka sama- sama bekerja hanya untuk sesuap nasi, terus apa bedanya zaman dahulu dengan sekarang. Alangkah beratnya menjadi seorang buruh seorang pahlawan pembangunan INDONESIA.

“SELAMAT HARI BURUH”

Penulis: M. Dzawil Faton