ORASI ILMIAH: Prof . Dr. Imam Suprayogo, M.Pd

ORASI ILMIAH: Prof . Dr. Imam Suprayogo, M.Pd

Dalam orasi ilmiah yang singkat Prof. Dr. Imam Suprayogo menyampaikan banyak gagasan yang luar biasa bagi perkembangan INSUD di masa depan. Dengan menyaksikan kiprah KH Abdul Ghofur yang berhasil membangun banyak lembaga pendidikan baik formal maupun nonformal, mengelola bisnis dan mengembangkan karakter sumber daya manusia melalui pondok pesantren, beliau yakin INSUD sangat bisa berkembang menjadi universitas yang besar, bertaraf internasional serta menyebarkan perdamaian dalam peradaban dunia.

Prof. Dr. Imam Suprayogo memberi usul nama universitas itu ialah Universitas Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur. Kampus ini bisa memberikan pembelajaran dari sisi duniawi dan akhirat. Mahasiswa bisa belajar tentang bagaimana cara membuat, mengembangkan, mengelola pondok pesantren, lembaga pendidikan formal maupun nonformal, mengelola bisnis dan perekonomian, dan sebagainya. Serta dalam waktu yang sama semua bersama Pondok Pesantren Sunan Drajat mengolah batin untuk bersiap menghadap kepada Allah SWT.

Menurut Prof. Dr. Imam Suprayogo, untuk mengembangkan diri ada tiga hal yang perlu dilakukan, yaitu: siap menghadapi globalisasi, professional dan berkarakter. Untuk siap menghadapi globalisasi kita harus siap bergaul dengan berbagai macam karakteristik orang, baik terkait dengan fisik maupun pemikiran. Dengan memahami dan menghargai keberagaman ini, kita bisa mengajak masyarakat dunia untuk datang ke Pondok Pesantren Sunan Drajat, untuk mengenal Islam yang baik, santun dan damai.

Untuk menjadi profesional, Prof. Dr. Imam Suprayogo mengajak untuk mengikuti anjuran Nabi Muhammaad SAW., yaitu, mengajari anak-anak untuk berenang, berkuda dan memanah, dalam pengertian yang lebih luas. Nabi memerintahkan pada masyarakat Madinah dan Mekah untuk belajar berenang padahal dua wilayah itu jauh dari laut dan tidak ada kolam renang. Hal ini perlu dipahami dalam pengertian yang luas. Perintah ini dapat dimaknai agar umat Islam belajar hal yang baik dan kemudian bergerak untuk mencapai sukses dengan ilmu yang sudah dipelajarinya. Sebagaimana ketika berenang itu tubuh harus bergerak. Kalau tidak bergerak bisa tenggelam.

Sedangkan kemampuan berkuda menyiratkan agar ibaratnya kita mampu menjadi seperti penggembala kuda. Kuda tidak mau melakukan sesuatu kalau penggembala tidak memberi contoh atau melakukannya terlebih dahulu. Dalam hal ini, maksudnya kita tidak bisa menunggu atau hanya menyuruh siapapun untuk bergerak. Kita harus mulai dari diri sendiri dulu sebelum mengajak siapapun untuk melakukan sesuatu.

Untuk keterampilan memanah, ini perlu dipahami bahwa dalam melakukan segala sesuatu, seseorang harus fokus. Sehingga, ia tidak mudah tergoda atau terganggu konsentrasinya dalam belajar dan berusaha mencapai tujuan yang diinginkan.

Sedangkan tentang karakter, Prof. Dr. Imam Suprayogo mengatakan “beruntunglah orang yang senantiasa mensucikan diri dengan ingat dan sholat”.  Mengingat Allah itu merupakan hal yang sulit, karena kita mestinya bukan mengingat “nama”, melainkan selalu mencari dan mengingat “Sang pemilik nama”. Demikian juga dengan usaha untuk mengharap syafaat dari orang yang disayang oleh Allah, yaitu Muhammad. Kita perlu mencari pemilik nama itu, mengenal dan mengikutinya untuk bisa menemukan Allah. Seseorang yang mampu selalu ingat Allah dapat mudah menghilangkan penyakit hati dan masuk ke dalam golongan orang yang bertaqwa dan disayang oleh Allah SWT.

Prof. Dr. Imam Suprayogo sebagai mantan Rektor UIN Malang dengan bangga dan senang hati mengungkapkan akan terus mendukung INSUD dan Pondok Pesantren Sunan Drajat untuk berkembang. Hal ini memberikan motivasi yang luar biasa bagi seluruh civitas akademika, wisudawan dan hadirin pada acara Wisuda VIII INSUD Lamongan (30/11/2019). (Pusvyta)