Prodi Ma’had ‘Aly (MA)

PROLOG
Pondok pesantren diakui sebagai sistem lembaga pendidikan yang memiliki akar sejarah panjang di Indonesia. Dengan ciri-cirinya yang khas, keberadaan pesantren hingga dewasa ini masih tetap berdiri kokoh ditengah-tengah masyarakat. Hal ini terbukti bahwa pondok pesantren sekarang ini masih menampakan keaslian, kebinekaan, dan kemandirianya walaupun usianya setua proses islamisasi di negeri ini. Lebih dari itu pondok pesantren mampu memperhatikan dinamika perkembangan baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Kondisi obyektif menunjukan bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah penganut agama Islam, oleh karena itu pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu keislaman merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dalam kehidupan mayoritas bangsa ini sebagai wahana pengembangan kualitas hidup keberagamaanya.disinilah posisi pondok pesantren sangat setrategis untuk kebutuhan tersebut.

Ma’had ‘Aly dalam konteks kepesantrenan di Indonesia bisa digolongkan wacana baru. Ma’had ‘Aly  ini sebagai bentuk perwujudan dari kesadaran para ahli pendidikan agama, khususnya yang memperhatikan masalah pesantren mengenai perlunya penanganan pendidikan secara optimal agar dapat menghasilkan alumni yang profesional dan proaktif terhadap peluang dan tantangan.

Mengantisipasi hal tersebut, maka beberapa pertemuan telah dilaksanakan dengan melibatkan Kementrian Agama , para Ulama’/Kyai dan beberapa pihak baik secara kelembagaan maupun perseorangan dalam rangka melahirkan suatu wadah studi lebih lanjut bagi para santri. Dari pertemuan tersebut diperoleh kesepakatan bahwa lembaga yang lebih tepat sebagai wadah studi lanjut tersebut adalah Ma’had ‘Aly.

Ma’had ‘Aly sebagaimana dimaksud diatas berupaya menjadi pusat pengkajian dan pengembangan ilmu-ilmu keislaman yang tetap memelihara ciri-ciri kepesantrenannya dalam menyiapkan peserta didik menjadi anggota dan panutan masyarakat yang memiliki kualifikasi keilmuan agama Islam serta memiliki komitmen dengan keilmuannya tersebut.

Untuk tujuan tersebut, pondok pesantren Sunan Drajat, segera menyesuaikan dengan kebutuhan dalam mencetak generasi penerus Ulama’. Hal ini menjadikan Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat mendirikan Ma’had ‘Aly pada tanggal 17 Ramadhan 1428 H bertepatan dengan hari sabtu, 29 September 2007. Pendirian Ma’had ‘Aly ini dilakukan oleh KH. Abdul Ghofur selaku pengasuh dan disaksikan oleh Dr H.Ainur Rofiq, M.Ag. mewakili Bapak Dr.H.Amin Haidari selaku Derektur Kepesantrenan Kementrian Agama RI dan saksikan oleh Prof. Dr. H.Imam Suprayogo dan selanjutya disusunlah Visi Misi, Orientasi,Tujuan, Fungsi dan Kurikulum.

Visi :
Visi Ma’had Aly Sunan Drajat adalah menjadi lembaga pendidikan dan kaderisasi ulama’ yang unggul dan kompetitif dalam menguasai tradisi salaf as-saleh sesuai tuntutan zaman

Misi :

  1. Menyelenggarakan studi agama secara mendalam dan menyeluruh melalui sistem perpaduan pendidikan pondok pesantren dan perguruan tinggi.
  2. Mempersiapkan kaderisasi ahli fiqih yang dapat mewarisi dan mengembangkan tradisi ilmiah dan amaliah sesuai tuntutan zaman.
  3. Melaksanakan pengabdian dan pemberdayaan kepada pondok pesantren dan masyarakat.

Tujuan :

  1. Memberi kesempatan kepada santri untuk memperdalam ilmu Agama Islam dan ilmu-ilmu bantu yang diperlukan
  2. Menanamkan etos Tafaqquh fi al-Dien di kalangan santri agar mereka mampu memahami ajaran-ajaran Islam secara baik dan benar
  3. Mengkondisikan santri dalam suasana belajar yang dapat melahirkan ulama’ yang mampu memecahkan masalah-masalah keagamaan secara tepat sesuai dengan perkembangan zaman.

PROFIL LULUSAN
Profil lulusan yang ingin dicapai oleh Ma’had  ‘Aly Sunan Drajat dalam program studi untuk tingkat sarjana S-1, jurusan ilmu fiqh, antara lain :

  1. Mampu membaca dan memahami kitab Kifayat al-Ahyar atau yang sederajat, dan
  2. Mampu menyelesaikan masail fiqhiyyah dengan pendekatan qawly (maraji’ kitab kuning yang mu’tabaroh).

PROGRAM STUDI DAN KURIKULUM
Program Studi :

  1. Program studi ini setara dengan Sarjana Strata satu, dan berlangsung selama  4 (empat) tahun   berturut-turut. Setiap tahun terdiri dari 2 (dua) semester .
  2. Program studi ini mengutamakan peranan akhlaq karimah, disamping menguasai ilmu yang tertera dalam kurikulum dengan baik
  3. Program studi ini statusnya setara dengan lembaga pendidikan tinggi dan berhak mendapatkan syahadah Ma’had Aly dan ijazah S.1.Program studi Pendidikan Bahasa Arab dari INSUD Lamongan.

Kurikulum
Kurikulum Ma’had Aly disusun sesuai dengan tujuan pendidikan, yaitu mengkaji bidang studi Agama Islam dengan program kekhususan ilmu fiqh yang terbagi dalam 4 (empat) kompetensi :

  1. Mata Kuliah Kompetensi Dasar
  2. Mata Kuliah Kompetensi Utama
  3. Mata Kuliah Pendukung
  4. Mata Kuliah Keterampilan

KEGIATAN PENDIDIKAN
Untuk mendukung tercapainya kualitas lulusan, mahasiswa dibina secara terpadu oleh dosen di kampus dan oleh musyrif atau dosen pendamping di asrama yang siap membantu mengembangkan bakat, minat serta kreatifitas mahasiswa. Adapun proses belajar mengajar seluruhnya disampaikan dengan mengunakan kitab kitab kuning berbahasa arab dengan metode baca ala santri dan metode lainya dengan klasifikasi program belajar sebagai berikut :

Dirasah Yaumiyah disampaikan dengan metode:

  1. Ceramah dan dialog interaktif
  2. Pengajian model bandongan dan sorogan
  3. Studi kepustakaan literatur klasik keagamaan
  4. Tadris wa at-ta’lim
  5. Muhadatsah / Muhawaroh
  6. Penugasan penulisan ilmiah

Kegiatan extra

  1. Mudzakaroh / kajian mendalam terhadap kitab-kitab tertentu untuk penguasaan bidang studi dengan bimbingan dosen bidang studi.
  2. Membahas Masa’il Fiqhiyyah, Maudlu’iyyah dan Waqi’iyyah.
  3. Kegiatan Organisasi dan jurnalis.

DOSEN

Ma’had Aly Sunan Drajat diasuh oleh para kyai dan dosen baik dari dalam maupun luar negeri yang berpendidkan S.2 , S.3, dan alumni pondok pesantren salafi.

KRITERIA CALON MAHASISWA
Calon mahasiswa Ma’had Aly Sunan Drajat diharuskan memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Sehat jasmani dan rohani.
  2. Telah lulus pendidikan serendah-rendahnya Madrasah Aliyah atau yang sederajat.
  3. Memiliki kemampuan dasar baca kitab salaf  dan memiliki kemampuan dalam bidang ilmu yang terkait dengan bahasa arab.